Header Ads

Header ADS

Kuku Berwarna Ungu, Waspadai Penyebab dan Tanda Bahayanya

 

Kuku berwarna ungu kerap menimbulkan rasa cemas, terutama jika perubahan warna ini muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan, mulai dari masalah sirkulasi darah hingga kelainan pada jantung atau paru-paru.

Secara medis, kuku berwarna ungu sering dikaitkan dengan berkurangnya kadar oksigen dalam darah (sianosis). Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan, termasuk ke kuku, menjadi tidak optimal sehingga warna kuku tampak kebiruan atau keunguan.

Tidak semua kuku berwarna ungu menandakan penyakit serius. Pada beberapa kasus, perubahan warna kuku dapat terjadi sementara dan akan membaik dengan sendirinya setelah sirkulasi darah kembali lancar.

Penyebab Kuku Berwarna Ungu

Kuku berubah warna menjadi ungu umumnya disebabkan oleh berkurangnya oksigen dalam darah atau aliran darah yang terganggu ke ujung jari. Namun, ada banyak faktor lain yang turut berperan. Berikut ini adalah beberapa penyebab kuku berwarna ungu:

1. Paparan udara dingin

Saat berada di lingkungan bersuhu rendah, tubuh berusaha mempertahankan panas dengan cara menyempitkan pembuluh darah di tepi tubuh, misalnya di jari tangan dan kaki. Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen ke ujung jari berkurang.

Inilah yang membuat kuku tampak keunguan setelah lama berada di ruangan ber-AC, terkena air dingin, atau cuaca dingin. Warna kuku biasanya akan kembali normal setelah menghangatkan diri.

2. Gangguan sirkulasi darah

Sirkulasi darah yang kurang lancar bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti kebiasaan merokok, duduk bersila dalam waktu lama, atau tekanan terus-menerus pada jari, misal karena mengetik atau memegang benda terlalu erat dalam waktu lama.

Ketika sirkulasi darah tidak optimal, pasokan oksigen ke jaringan tubuh, termasuk kuku, menjadi terbatas sehingga kuku berwarna ungu.

3. Cedera pada kuku

Benturan keras atau tekanan berulang pada kuku bisa menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kuku pecah, sehingga terjadi perdarahan kecil. Akibatnya, warna darah yang terperangkap di bawah kuku menimbulkan warna keunguan atau kehitaman.

Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa nyeri atau nyut-nyutan pada kuku yang mengalami cedera.

4. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat, misalnya obat kemoterapi, obat khusus yang memengaruhi sistem peredaran darah, atau pengencer darah tertentu, dapat memicu efek samping berupa perubahan warna kuku menjadi ungu atau biru gelap.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi bisa muncul pada orang yang sensitif atau menggunakan obat dalam jangka panjang.

5. Masalah pada jantung

Beberapa penyakit jantung, seperti kelainan katup, gagal jantung, atau penyakit jantung bawaan, dapat menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah secara efektif. Akibatnya, darah yang kaya oksigen tidak mengalir dengan baik ke seluruh tubuh.

Kulit dan kuku pun bisa berwarna kebiruan atau keunguan, terutama pada ujung-ujung jari dan bibir. Tanda ini disebut juga sianosis perifer dan sering menjadi penanda masalah jantung berat.

6. Gangguan paru-paru

Paru-paru berfungsi mengambil oksigen dari udara dan menyalurkannya ke dalam darah. Saat terjadi gangguan pada paru-paru, seperti asma berat, pneumonia, bronkitis kronis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau emboli paru, proses pertukaran oksigen terganggu.

Dampaknya, darah yang mengalir ke kuku dan kulit tidak cukup membawa oksigen sehingga menyebabkan kuku berwarna ungu.

7. Keracunan atau paparan zat kimia tertentu

Terpapar gas beracun, seperti karbon monoksida atau sianida, maupun bahan kimia berbahaya lainnya, dapat memperburuk kemampuan darah membawa oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen, termasuk pada kuku.

Selain kuku yang menggelap atau tampak ungu, paparan zat berbahaya ini juga bisa menyebabkan gejala berat lain, seperti sakit kepala, pusing, mual, hingga penurunan kesadaran.

8. Penyakit darah

Kondisi darah tertentu, seperti anemia berat atau kelainan darah langka, seperti methemoglobinemia, menyebabkan jumlah hemoglobin sehat yang mampu mengikat oksigen menjadi sangat rendah.

Hal ini berdampak pada kurangnya distribusi oksigen ke jaringan tubuh, sehingga kuku bisa tampak kebiruan atau ungu. Biasanya, penyakit darah juga disertai gejala lain, seperti mudah lelah atau sulit bernapas.

Langkah Tepat Jika Mengalami Kuku Berwarna Ungu

Jika Anda mengalami kuku berwarna ungu, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Segera hangatkan tubuh jika kuku ungu setelah terpapar dingin, misalnya dengan memakai pakaian hangat atau merendam tangan dalam air hangat.
  • Hindari merokok dan perbaiki gaya hidup agar aliran darah tetap lancar.
  • Kelola dan kontrol penyakit kronis dengan baik, seperti penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan pembuluh darah, dengan rutin minum obat dan kontrol ke dokter.
  • Perhatikan tanda bahaya yang menyertai, seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, atau lemas.
  • Jangan menunda pemeriksaan ke dokter apabila kuku berwarna ungu tidak membaik, sering kambuh, atau disertai gejala berat, agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Kapan Kuku Berwarna Ungu Harus Diperiksakan ke Dokter

Tidak semua perubahan warna kuku menandakan bahaya. Namun, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu atau lebih dari tanda berikut ini:

  • Kuku ungu muncul mendadak tanpa sebab yang jelas
  • Disertai sesak napas, jantung berdebar, nyeri dada, atau pingsan
  • Warna ungu pada kuku tidak kunjung hilang meski tubuh sudah dihangatkan
  • Muncul gejala lain, seperti bibir juga tampak ungu, tubuh terasa sangat lemas, demam, batuk berdarah, atau kaki dan tangan ikut membiru
  • Keluhan ini dialami oleh bayi, anak kecil, lansia, atau penderita penyakit jantung atau paru-paru kronis
Sumber : alodokter.com

No comments

Powered by Blogger.