Header Ads

Header ADS

Malamang, Tradisi Unik Jelang Ramadan di Minangkabau

 

Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat biasanya melakukan sebuah tradisi dalam menyambut bulan penuh berkah itu. Tradisi ini disebut dengan Malamang (membuat lemang).

Lamang, atau lemang ialah makanan dari puluik (ketan) yang dimasak bersama santan dan dikemas dalam wadah bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dimasak dengan perapian atau unggun yang sengaja dibuat untuk itu.

Biasanya lemang dimasak dengan cara diletakkan secara berjejer dan disandarkan ke panas api yang sengaja dibuat memanjang.

Dikutip dari jurnalbpnsumbar, semarak tradisi malamang ini sangat terasa, apalagi pada zaman dahulu (sebelum tahun 1980-an) di mana setiap rumah pada waktu-waktu malamang akan membuat atau memasak lamang di halaman rumah secara gotong royong dengan masyarakat sekitar.

Kaum lelaki dan perempuan bahu membahu membantu, mulai dari penyiapan bahan lamang, persiapan api unggun, mencari bambu, menjaga api agar tetap menyala saat pembakaran lemang, hingga lemang siap dimakan atau dihidangkan.

Tradisi malamang tidak hanya sampai membuat lemang saja, tetapi pada malam harinya juga diiringi dengan acara syukuran mandoa (berdoa bersama).

Mandoa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena akan menyambut bulan Ramadan. Sedangkan untuk kaum perempuan menghidangkan makanan dan akan makan setelah kaum laki-laki selesai.

Mandoa juga sebagai bentuk kegiatan menjalin silaturahmi antar sesama, serta saling bermaaf-maafan untuk menyambut bulan puasa.

Pada acara mandoa ini lah lemang yang sudah dimasak siang hari akan disuguhkan, biasanya disajikan bersama dengan tapai (beras ketan hitam yang difermentasi).

Sumber : harianhaluan.com

 

No comments

Powered by Blogger.